Postingan

Teungku Fakinah Sang Pejuang Aceh

 ULAMA WANITA DAN PEJUANG PERANG ACEH Beliau berasal dari keturunan ulama dan bangsawan Aceh. Ayahnya Datu Muhammad yang dikenal dengan Teungku Asahan adalah seorang bangsawan Aceh. Adapun ibunya Teungku Fatimah ialah anak dari Ulama dan Pimpinan Dayah Lam Pucok yaitu Teungku Muhammad Saad yang dikenal dengan Teungku Chik Lam Pucok atau Teungku Chik Di Lam Krak yang merupakan guru dari pahlawan besar Teungku Chik Di Tiro Muhammad Saman. Karena Teungku Chik Di Tiro sebelum berangkat ke Mekkah pernah dua tahun memperdalam keilmuannya kepada Teungku Chik Lam Krak yang tidak lain kakek dari Teungku Fakinah dari jalur ibunya. Teungku Fakinah diperkirakan lahir di tahun 1856 di Desa Lam Diran Gampong Lambeunot Kemukiman Lam Krak Aceh Besar. Melihat kepada tahun kelahiran Teungku Fakinah, beliau lebih muda dari para ulama lainnya seperti Teungku Chik Di Tiro, Teungku Chik Pantee Kulu dan Teungku Chik Pantee Geulima. Mengawali jejak keilmuannya, Teungku Fakinah belajar langsung kepada kedu...

Kerajaan Aceh Darussalam Tempo Doeloe

Gambar
Struktur Militer Angkatan Perang Kerajaan Aceh Darussalam Doeloe jum'at 28 Oktober 2022  Untuk mengenang kembali masa keemasan, kejayaan dan kebesaran Kerajaan Aceh Darussalam dengan angkatan perangnya yang tangg uh didaratan maupun lautan seperti yang saya kutip dari Kandar Atjeh dibawah ini saya tampilkan gelar-gelar perwira di Departemen Pertahanan dan susunan pangkat maupun jabatan angkatan perang zaman Kerajaan Aceh Darussalam. Potret pasukan Aceh dengan senjata api Balai Laksamana Amirul Harb Menurut Qanun Meukuta Alam (Konstitusi Negara/Undang-undang Kerajaan Aceh Darussalam), di antara lembaga-lembaga negara tertinggi terdapat Balai Laksamana Amirul Harb (Departemen Pertahanan), dan pejabat tinggi yang memimpinnya bergelar Orangkaya Laksamana Wazirul Harb (Menteri Pertahanan) yang mengepalai Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Qanun selanjutnya menyebutkan gelar-gelar perwira pada Balai Laksamana, yaitu: 1. Seri Bentara Laksamana 2. Tandil Amirul Harb 3. Tandil K...

Janji Sukarno yang ingkar terhadap bangsa Aceh

Gambar
Inilah Janji Soekarno Kepada Rakyat Aceh yang tak Ditepati 4 Votes Acheh Media –  Jauh sebelum NKRI berdiri, Aceh Darussalam telah berdaulat sebagai sebuah kerajaan merdeka dan bahkan menjadi bagian dari kekhalifahan Turki Utsmaniyah. Hal ini sungguh-sungguh disadari Soekarno sehingga dia mengajak dan membujuk Muslim Aceh untuk mau bergabung dengan rakyat Indonesia guna melawan penjajah Belanda. Saat berkunjung ke Aceh tahun 1948, Bung Karno dengan sengaja menemui tokoh Aceh, Daud Beureueh. Bung Karno selaku Presiden RI menyapa Daud Beureueh dengan sebutan “Kakanda (kakak)” dan terjadilah dialog yang sampai saat ini tersimpan dengan baik dalam catatan sejarah : Presiden Soekarno, “Saya minta bantuan Kakak agar rakyat Aceh turut mengambil bagian dalam perjuangan bersenjata yang sekarang sedang berkobar antara Indonesia dan Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah kita proklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.”Daud Beureueh, “Saudara Presiden! Kami rakyat Aceh dengan sega...

Perjuangan Aceh Melawan Belanda

Gambar
  Pernyataan Ketika perang kolonial Belanda di Aceh hampir memasuki seperempat abad, Letnan Kolonel infantri purnawirawan G.B. Hooijer yang pernah bertugas di Aceh menulis dalam ikhtisar umum bukunya De Krijgsgeschiedenis van Nederlansch IndiĆ« van 1811 tot 1894 , jilid III (terakhir, setebal 480 halaman), tahun 1895, pada halaman 5 sebagai berikut: Tidak ada pasukan Diponegoro atau Sentot , baik orang-orang Padri yang fanatik maupun rombongan orang-orang Bali atau massa berkuda orang-orang Bone , seperti yang pernah diperagakan oleh para pejuang Aceh yang begitu berani dan tak takut mati menghadapi serangan, yang begitu besar menaruh kepercayaan pada diri sendiri, yang sedemikian gigih menerima nasibnya, yang cinta kemerdekaan, yang bersikap sedemikian fanatik seolah-olah mereka dilahirkan untuk menjadi gerilyawan bangsanya. Oleh sebab itu perang Belanda di Aceh akan tetap menjadi sumber pelajaran bagi pasukan kita. Dan karena itu pula saya menganggap tepat sekali jika jilid...

Asal Mula Keluarga Sayed Mahmud Mahyiddin

Gambar
Syukur Alhamdulillah, kita panjatkan kehadhirat Allah SWT, Karena telah diberikan kesehatan kepada penulis sehingga dapat menyusun risalah singkat dan sederhana ini. Allah telah menciptakan manusia ini berpuak-puak, bersuku-suku, dan berbangsa-bangsa, untuk saling mengenal sesamanya. Diantara bangsa-bangsa yang Allah ciptakan,tersebutlah suatu bangsa ditanah arab yaitu bangsa Quraisy, artinya “Bangsa Mulia”. Dari bangsa quraisy ini ada yang kafir ada yang islam. Hanya keturunan Muhammadlah yang Islam. Muhammad telah lahir pada malam senin tanggal 12 rabiul awal, tahun gajah (571 M). Muhammad lahir dari pernikahan Abdullah dan Aminah ( keduanya keturunan Quraisy ). Sejak kecil Muhammad menjadi yatim piatu dan ketika beranjak dewasa beliau ikut berniaga ke negeri syam bersama kakeknya Abdul Muthalleb. Kemudian Muhammad diangkat menjadi rasul, sebagai penutup segala nabi. Beliaulah khataman nabi, yaitu sayyidil awwalin wal akhirizzaman.. Nabi Muhammad meninggalkan dua pusaka agung untuk u...

Postingan populer dari blog ini

Janji Sukarno yang ingkar terhadap bangsa Aceh

Asal Mula Keluarga Sayed Mahmud Mahyiddin